Kamis, 26 April 2012

Cerpen 1 - Kehilangan

   Sepi menemani langkahku hari ini mengitari setiap sudut putih abu. Awal dimana rasa pedih itu ada. Kemarin adalah masa lalu, suatu hal yang hadir mengatasnamakan kenangan mendeskripsikan kehilangan. Tak pernah ku tau akan jalannya waktu. Bahkan setiap detik ku kini amat berharga sebelum akhirnya kata pisah itu dekat. Sesak harap menjadi satu, entah apa yang harus ku perbuat untuk menghalang kata laknat itu. Meskipun tak ada yang dapat menghentikan detakan jarum jam namun sampai saat ini harapan itu masih ada. Hanya mampu mengumpat dalam rasa sesal dan malu. Bukan, bukan karna waktu tapi karna kebodohan dan ketidaktahuan yang bersarang dalam otakku.
   Hati ini seolah tandus, tak tau arah kemana harus menepi. Sosok itu perlahan hilang . Pergi jauh meninggalkan ku dalam penantian. Penantian panjang yang tiada lagi terarah. Saat terakhir kalinya dekapan itu mengiringi jejak langkahnya meninggalkanku. Yaa ku sadar dia hanyalah bagian dari masa lalu, hanya serpihan kata sayang yang masih tersisa di sebagian hati. Dia pergi, bukan menemui-Nya. Tapi dia pergi menjemput masa depannya. Masa Depan cerah yang telah menantinya di Negeri Sakura.
   Kemarin lusa adalah terakhir kalinya kami bertemu. Menghabiskan waktu meski masih terasa minim sekali. Semuanya serba mendadak. Seperti mimpi buruk yang hadir menemani tidurku satu hari sebelum perpisahan itu benar-benar terjadi. Apakah itu pertanda ? Entahlah, karna yang ku tau "Mimpi" adalah bunga tidur dan hadirnya hanya sesaat. Tetapi ini nyata, ini kenyataan. Saat raga ini seolah tak kuasa menahan lirihan relung hati . Seketika air mata itu ada. Setelah sekian lama tak pernah ada. Mungkin ini bukan tangisan ku yang pertama untuknya. Tapi entah lagi-lagi aku harus mengekpresikannya dengan air mata. Mungkin itu sudah menjadi karakterku. Cengeng ! mungkin kata itu yang tepat. Tapi sungguh, sungguh tangisan itu hadir kembali.
   Bertepatan dengan perayaan Hari Wanita Seduniya, yupzz Hari Kartini. Kala itu OSIS sedang mengadakan event "Kartinian". Sialnya aku tak bisa hadir untuk melihat terakhir kalinya wajah itu. Dia yang pernah mengindahkan hati ini. Tapi aku sempat ke sekolah sebentar untuk mengantarkan beberapa peralatannya yang tertinggal di bagasi motorku. Ku kira itu yang terakhir kalinya aku dapat bertemu dengannya. Hmm.. rasa ini memang aneh. Disaat aku sudah memiliki yang lain, entah mengapa aku sedih saat dia akan pergi meninggalkanku ? arghh semua ini membingungkan!!!!!!
   "el, nih. Maaf yak ketinggalan" ucapku sambil memberikan handuk dan beberapa perlengkapan lain yang tertinggal di bagasi motorku
   "oh iyak, makasih yak :) " balasnya dengan senyuman yang merekah dibibirnya
Ku tau mungkin itu senyuman tanpa air mata terakhir yang dia persembahkan untukku. Lalu dia pun berlalu meninggalkanku. Karna sudah hampir terlambat akhirnya akupun bergegas. Hari ini aku memiliki janji dengan teman-teman sekelasku untuk melakukan pemotretan di Kawasan Industri Pupuk Kujang.
   Kesal, sesampainya disana rupanya mereka sudah lebih dulu berpose . Huh.. memang salahku juga sih datang terlambat. Tapi tak apalah toh akupun masih dapat bergabung dan ikut berpose dengan mereka.
"Satu.. Dua.. Tigaa !!" suara tukang foto yang sibuk mengendalikan kameranya
"Cisss.. ngomong yak bareng-bareng" Rupanya benar-benar tuntutan pofesi, haha
Terdengar bidikan kamera mengenai kami beberapa kali, hingga akhirnya pemotretanpun usai sekitar jam 11an. Lalu aku dan Rainbow bergegas pulang . Hehe bukan pulang sih, Ke Mall tepatnya. Biasalah, anak muda. hoho. Gak terlalu Kamseupay bangetlah, hanya karokean biasa. Itu memang sudah menjadi kebiasaan kami, karna kami ber-7 memang hobby sekali bernyanyi. Dengan bernyanyi , kami bebas meluapkan semuanya. Semuanya.. yaa dengan bernyanyi. Dan satu-satunya tempat dimana kami bisa melalukan hal itu yaa di tempat karoke.
   Namun sayangnya, keuangan kami tak memadai. Yayahh.. sehingga satu diantara kami tidak ikut bergabung. Hmm tapi yasudahlah toh tak dapat dipaksakan pula. Beberapa lagu pun telah aku dan yang lain nyanyikan meski dengan suara yang pas-passan yang penting senang. Luapan emosi kesal, sedih, senang bercampur di ruangan small no 4 itu . Happy Melodi - Mall Cikampek .
"Mungkinkah, kita kan slalu bersama walau terbentang jarak antara kita..," Stingky-Mungkinkah
Menjadi lagu penutup di siang itu. Akhirnya kamipun pulang.
  Sempat aku lupa bahwa hari ini dia akan pergi, namun ingatan itu membangunkan aku dari tidur siang ini. Lalu akupun bergegas mandi dan menyusulnya. Berhubung jaraknya lumayan jauh, aku pun mengajak sahabatku dhebi untuk menemaniku. Waktunya hanya tersisa setengah jam lagi. Sebab ku ingat dia bilang bus-nya akan pergi sekitar pukul 16.00 WIB . Hanya dengan seuntai harap, aku masih bisa bertemu dengannya untuk mengucapkan kata perpisahan. Akhirnya Tuhan mengabulkan permintaanku. Dengan memberanikan diri menancap ga lebih dari 60 KM/Jam akhirnya aku sampai juga ditempat tujuan. Tapi sesampainya disana aku tak melihat sosok yang dicari. Kesal, bingung bercampur jadi satu.
  Akhirnya setelah beberapa menit, yang ditunggupun datang dengan memakai baju yang sama ketika tadi bertemu disekolah.
"Kirain gak akan dateng " ucapnya menghampiriku
"Oh jadi gak mau yak aku dateng " balasku agak sedikit kesal , bahkan hampir di menit perpisahan ini dia masih sempat saja membuatku jengkel.
"Tau nih luh, kita dateng disambut kek. cape tau kebut-kebutan" Sambar Dhebi yang juga ikut kesal.
"Iyak sorry, bercanda ko :) " Suara lembutnya meredakan emosi kami.
  Dhebi pun segera mengajak kami untuk mengabadikan hari ini. Dengan wajah yang berpura-pura senyum, aku berpose bersamanya. Kini perpisahan itu semakin dekat. Bagai bom waktu yang siap meledak. Saat itu perasaan ini tak menentu. Awalnya biasa aja, tetapi ketika tiba-tiba Bus "Maju Lancar" yang bertuliskan "Jakarta-Jogja" itu datang, jantung ini berdetak menjadi lebih cepat dari biasanya. Tiba-tiba saja Tetesan Air berlomba-lomba keluar dari pelupuk mataku tak tertahankan.
  Saat itu aku merasa hawa diantara kami kian berbeda. Mungkin inilah saatnya aku harus benar-benar melepaskanya. Tertegun ku terus memandangi wajah itu yang bergegas menaikan koper dan semua barang-barangnya masuk kedalam Bus yang baru saja tiba dihadapan kami.
"Jangan pergi.. :'( " Teriakku dalam hati sambil mengumpat dalam air mata yang jatuh
Ingin rasanya ku mendekapnya lebih lama bukan berusaha berpura-pura tegar saat bertemu dengannya. Tak kusangka ini akan terjadi. Saat terkahir ku genggam tangan itu, lalu iapun berjalan pergi meninggalkanku.
"Chi, gua pergi dulu yak. jaga diri lu baik-baik. Suatu saat nanti gua pasti kembali. Sukses yak. Gapai cita-cita lu dan gua mau kita bertemu lagi dalam kesuksesan" Kalimat terakhir yang masih sangat terekam jelas dalam memori otakku. Sambil mengusap air mata yang mengalir deras dari mataku.
"Hati-hati, jangan lupa shalat" Hanya itu yang bisa keluar dari mulutku yang mendadak membisu.
  Akhirnya dia pergi, Yaa dia benar-benar pergi. Ini bukan mimpi. Ini nyata. :'( . Sungguh tak kuasa menahan air mata ini . Bus itu pun pergi meninggalkanku membawa dia sampai ke Jogja.
  Aku percaya, rencana Tuhan memang selalu indah dengan atau tanpa air mata. Kini, dia sudah pergi dan entah kapan kami bisa bertemu. Seseorang yang telah menemani masa putih Abu ku memang tlah pergi, namun semua tentangnya akan slalu abadi disini. Kata "Sahabat" sepertinya memang mewakili. Meski dulu kata itu seolah tak ingin ku dengar. Namun ku sadar, kini aku tlah memiliki orang lain yang menyayangiku. Jadi kepergian itu memang seolah-olah pertanda bahwa aku dan dia memang tak di izinkan untuk bersama. Tapi entahlah.. takdir Tuhan tak ada yang tau. Dan Jodohpun sudah digariskan jauh sebelum kita terlahir di dunia ini. Yaa.. aku percaya itu.
   Serpihan kenangan abadi tentangmu mewarnai hariku , aku bersukur Tuhan sempat memperkenalkan aku kepada orang sepertimu. Disetiap sudut sekolah, kenangan itu selalu hadir tanpa permisi. Mengingatkan aku kembali ke masa itu. Mungkin memang ini jalan terbaik dan inilah ending dari semuanya. Aku dan Dhebie pun pulang dengan kesedihan yang amat dalam. Selamat tinggal , semoga harimu lebih indah dan bahagia tanpa aku disisimu... :')
Ku simpan seuntai kenangan abadi tentangmu ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar